Info Rumah Bintaro - Jual Beli Rumah | Ruko | Tanah | Kost | Jual Beli Rumah di Bintaro
Headlines News :
Home » , » Info Rumah Bintaro

Info Rumah Bintaro

Written By Rumah Bintaro on Friday, October 12, 2012 | 11:50 PM

Informasi Rumah Bintaro

inforumahbintaro.blogspot.com adalah Pusat Informasi Jual Beli Rumah di Wilayah Bintaro. Tempat pasang iklan jual beli rumah di bintaro. Info Rumah Bintaro hadir di tengah - tengah anda untuk dapat memberikan informasi seputar jual beli rumah yang berfokus di wilayah bintaro jaya. Iklan rumah yang anda jual atau sewa akan kami tampilkan juga di seluruh social media kami seperti di facebook, twitter, google+, pinterest dan berbagai social media lainnya.
Tunggu apalagi, segera pasang iklan rumah yang ingin anda jual atau ingin anda sewakan di website kami.

Hati - Hati terhadap semua jenis penipuan, kami tidak bertanggung jawab atas semua segala bentuk jenis penipuan yang mengatasnamakan info rumah bintaro.

Berikut salah satu modus penipuan jual beli rumah yang kami kutip dari beberapa website.

saya ingin menghimbau kepada pemasang iklan maupun pengunjung blog untuk berhati-hati dan waspada terhadap penipuan berkedok jual beli properti dengan modus transfer uang. Hal ini bisa terjadi kepada siapapun tanpa terkecuali. Himbauan ini ditujukan tidak hanya untuk pengunjung blog saja, melainkan untuk semua orang yang mengakses informasi melalui internet. Berikut kronologi kasus penipuan jual beli rumah dengan modus transfer uang yang saya kutip dari kompas.com

Gara-gara memasang iklan di Harian Cenderawasih Pos di Jayapuara, Papua, Ny MG Sumiyati (40) terkena tipu dari orang yang mengaku calon pembeli sebesar Rp 50 juta. Sang calon pembeli mengaku bernama Muryono, bekerja sebagai Kepala Divisi Pemasaran Kilang Minyak Balongan.



Berawal dari pembicaraan melalui telepon seluler antara Muryono dengan Sumiyati, Jumat, 15 Agustus 2008. Ketika itu Muryono mengaku sangat tertarik dengan rumah milik Sumiyati di Hamadi Jayapura. Istri Muryono, Ny Ani sudah melihat rumah itu. Letaknya strategis karena dekat pasar, jalan umum, dan pusat kota Jayapura.



Muryono kemudian menyebut dirinya saat itu masih berada di Jakarta dan akan dimutasikan oleh pimpinan Pertamina ke Jayapura, 19 Agustus 2008. Ia ingin segera menempati rumah itu. Kepada Sumyati ia ingin mentranfer uang muka sebesar Rp50 juta, tanda jadi. Keduanya sepakat, nilai jual rumah itu Rp175 juta. Muryono mengaku telah menstranfer uang ke rekening Sumyati Rp50 juta, dan diminta untuk cek di ATM BNI terdekat di Kota Kupang.



Sumiyati sebelumnya bekerja sebagai PNS di Jayapura, kemudian tahun 2006 dimutasikan ke Kupang. Ternyata setelah lima kali mengecek di ATM BNI kupang tidak ada uang masuk. Tetapi Muryono mati matian mengatakan, ia sudah mengirim uang Rp50 juta ke rekening Sumyati.



"Muryono pun marah marah lewat telepon seluler bahwa saya makan uang dia. Uang sudah masuk ke rekening tetapi pura pura berbohong," kata Sumiyati di Kupang, Senin (25/8). Karena itu Muryono pun mendesak Sumiyati pergi ke ATM BNI lagi.



Muryono berjanji akan meminta bantuan rekannya yang kerja di BNI Bekasi untuk segera membantu memproses uang itu agar cepat masuk rekening Sumiyati. Sampai di ATM BNI Muryono pun meminta Sumiyati menunggu 2 menit karena ia akan menghubungi rekannya yang sedang menunggu di Kantor BNI, meski hari itu Sabtu, 16 Agustus 2008.



Kemudian orang yang mengaku pegawai BNI itu mulai mengarahkan Sumiyati untuk menekan angka angka di ATM. "Yang diperintahkan itu proses transfer, dan aku sudah keberatan tetapi orang itu balik memarahi aku bahwa dirinya telah bekerja di BNI sudag 30 tahun, ia lebih paham mengenai proses transfer uang melalui ATM. Saya pun ikut saja, apa yang ia perintahkan," katanya.



Dalam proses tranfer itu Sumiyati ingin mengecek saldo uang, tetapi Pegawai BNI itu menolak. Pengecekan saldo dilakukan setelah uang masuk ke rekaning Sumiyati sampai tuntas. Ternyata usai transfer, ia mengecek uang di tabungannya sisa Rp 800.000. Total tabungannya sebelumnya Rp 50.800.000.



Sumiyati pun meminta bantuan BNI Kupang pada hari Selasa 19 Agustus 2008. Ternyata uang Rp 50 juta itu hanya parkir di rekening orang yang bernama Ari Wahyudi dan Sri Lestari Sabtu, 16 Agustus 2008 masing-masing 5 menit dan tujuh menit. Artinya, uang itu segera dipindahkan ke rekening lain.



Sumiyati telah melapor kejadian itu kepada Polda NTT, 19 Agustus 2008. Tetapi sampai hari ini belum ada informasi. Akibat penipuan ini rumah milik Sumiyati di Jayapura yang sedang ditempati pengontrak pun dikosongkan sampai hari ini. Sumiyati sendiri stres berat dan penyakit lambungnya (mag) pun kambuh kembali.



"Kalau pak polisi berhasil menangkap pelakunya, saya minta mereka dibawa ke Kupang. Saya mau lihat wajah orang yang mengaku Muryono atau Ari Wahyudi dan Sri Lestari itu," katanya. 


Sumber : http://properti2murah.blogspot.com/2011/09/waspada-penipuan-jual-beli-rumah.html

Title Post: Info Rumah Bintaro
Rating: 100% based on 99998 ratings. 5 user reviews.
Author: Rumah Bintaro

Share this article :

No comments:

Post a Comment